Selasa, 15 Maret 2016

ASISTEN PRIBADIKU

Cerita dewasa kembali dengan cerita baru, dari pengalaman seorang bos yang memiliki asisten pribadi, banyak orang berfikir dan bernegatif thinking soal hubungan bos dengan sekretaris ataupun asisten pribadi, karena komunikasi sering bisa jadi buah-buah cinta muncul,,, seperti dalam kisah berikut ini.
Aku menjabat Kepala Cabang perusahaan asing ternama disalah satu kota di Sumatra. Dalam pekerjaan ku, salah satu team ku sebagai asisten ku,bernama Ika sudah bersama ku selama 3 tahun lebih. Ika sangat menarik, dandanannya cukup simple, namun suka pakai rok mini. Dalam pekerjaan sehari-hari aku dan Ika selalu membicarakan tugas, tidak pernah melenceng ke hal-hal sex, meskipun aku sering mencuri-curi ke arah pahanya yang mulus, yang tidak ter”cover” oleh rok-nya yang mini. Sering aku menghampiri meja kerjanya untuk membicarakan tugas, dan Ika dengan santainya membicarakan serius tanpa gaya merayu atau apapun. Paha yang terlihat pun tidak ada usaha untuk menutupinya ataupun. Pokoknya hubungan ku “straight” sebatas pekerjaan.
Adalah hal rutin untuk saya berkunjung ke kantor pusat Jakarta untuk urusan rapat dll. Namun kejadian minggu lalu adalah hal yang benar2 berbeda.
Undangan rapat pun tiba dan kantor pusat memanggil kami untuk rapat membicarakan krisis, karena cukup penting maka kantor pusat memanggil beberapa staff cabangku termasuk Ika.
Sengaja aku sampaikan ke Ika bahwa dia aku utuskan untuk hadir di Jakarta, namun dibalik itu aku memang rencanakan untuk hadir, aku booking tiket pesawat secara terpisah.
Pada hari H, aku langsung check in di counter Garuda, saat boarding sengaja aku masuk pesawat paling akhir, sambil jalan di gang aku lihat penumpang dan terlihatlat Ika yang sudah duduk dikursi jendela. Belum selesai dia terkaget akan kehadiranku, aku sudah langsung bilang bahwa aku putuskan untuk ikut rapat. Dalam perjalanan hampir dua jam lebih aku hanya bisa melihat Ika dari belakang, karena aku dapat kursi paling belakang sedangkan Ika ada ditengah.
Saat mendarat di Jakarta, langsung aku menghampirinya dan aku jelaskan lagi bahwa aku putuskan untuk ikut karena pentingnya rapat ini, dan Ika pun hanya mengangguk sembari menjawab “Ya Pak” dengan nada pelan, sambil dalam hati kebingungan (mungkin).
Dari Airport Jakarta langsung kami menuju ke Hotel Mulia tempat kami meeting dan menuju ke salah satu Ballroom untuk mengikuti meeting. Karena waktu yang mepet sekali, kami langsung menuju ke Ballroom tsb tanpa check in kamar terlebih dahulu. Rapat pun berjalan serius dan berakhir sore hari.
Saya langsung suruh Ika untuk check in ke reception, sempat Ika menanyakan apakah saya mau check in kamar juga. Saya jawab nanti saya susul setelah saya menemui atasan saya di Ball room itu.
Selesai berbicara dengan atasan saya, saya menuju ke reception, dari jauh aku melihat Ika dari belakang dengan rok mininya serta terlihat pahanya yang mulus yang sudah aku hafal benar…
Ku dekati Ika dan langsung Ika nanya, Bapak mau check in juga? Aku hanya bilang kamu check in saja dulu, aku nanti nyusul.
Selesai check in Ika menuju lift untuk kekamar, aku ikuti sambil membicarakan topic rapat tadi, Ika pun masuk lift dan memasukkan kartu kamarnya dan menekan tombol lantai 17. Didalam lift aku jelaskan bahwa kamar hanya pesan satu, dan aku tanya Ika apakah dia keberatan kalau aku gabung dikamar dia, plus aku tambahkan sekalian menghemat anggaran kantor cabangku, toh cuman untuk tidur saja.
Ika terlihat bingung namun juga tidak bilang keberatan atau tidak keberatan, sambil jalan ke kamar yang dituju. Sesampainya dikamar aku langsung aja menaruh koper kecilku, dan Ika sempat menanyakan apakah aku serius mau sekamar dengannya.
Aku tegaskan lagi bahwa kalau hanya untuk tidur semalam gak ada masalah. Akhirnya sambil terheran-heran, Ika meng-iya-kan, tanpa menyebut syarat-syarat.
Kami pun mulai melepaskan baju kantor kami, aku lepas dikamar dan Ika masuk ke kamar mandi untuk ganti baju sekaligus membersihkan diri.
Aku hanya bilang sehrian capek kita gak usah keluar makan, kita order room service saja, Ika pun langsung setuju.
Sambil menunggu makanan room service aku pun mandi, namun dalam otak ku hanya terbayang tubuh Ika yang mulus.
Setelah kami makan, Ika pun kembali ke kamar mandi (aku pun tidak tahu apa yang dia perbuat), aku santai sambil nonton Star Sport dikamar, duduk di soaf yang nyaman. Interior hotel yang indah membuat suasana sangat romantis, ditambha sinar lampu yang pas.
Ika pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan daster warna kuning muda, sambil berbaring di ranjang dan ikut menonton Star Sport, Ika menanyakan mengenai posisi tidur, karena ranjang yang kami dapat adalah King Size Bed, aku hanya bilang aku biasa di sebelah kanan, maka Ika pun langsung ke sebelah kiri.
Ika tidak menyukai tayangan sport di TV, dan dia bilang mau tidur. Sepuluh menit kemudian aku pun ke tempat tidur, lampu aku redupkan, dengan hati yang berdebar.
Lima menit, sepuluh menit waktu berlalu aku [pun tidak bisa langsung tidur lelap. Ku lihat Ika pun beberapa kali pendah posisi, yang pasti Ika belum bisa tidur juga.
Setengah jam pun berlalu, kondisi masih sama, kami berdua masih gelisah dalam hati, sampai pada akhirnya aku usap daster Ika warna kuning muda yang sedang bertolak muka dengan aku. Dengan pelan namun pasti, Ika membalikkan badan dan kontan tangannya membalas usapanku.
Aku langsung mendekat dan memeluk tanpa tolakan sedikitpun dari Ika, malah Ika pun memulai gerakan erotisnya. Aku aba pahanya yang sering aku tatap dikantor kini ada di genggamanku. Tangan jahil ku pun mulai meraba hingga ke arah Miss. V nya.
Tak sabar aku langsung perlahan melepas dastenya yang lembut, dan sekali lagi Ika pun tidak menolaknya, bahkan wajahnya dibuat manja, sehingga aku tak tahan untuk menciuminya. Lepaslah sudah datser kuning muda itu, dan dari wajah aku turun menciumi leher, pundak, dan akhirnya menuju ke ketiaknya yang bersih tanpa bulu, Ika pun mulai mengerang-ngerang nikmat.
Puas mencium kedua ketiaknya, aku menuju toked-nya yang kencang pertanda birahi. Beberapa saat kemudian aku menelusuri perut hingga tiba di Miss V nya yang masih tertutup celana dalam. Kunikmati celana dalamnya nya yang halus di remang-remang kamar Hotel Mulia yang romantis. Ika mengenakan celana dalam biasa (bukan lingerie) warna krem dengan gambar kecil panda lucu. Ku sadari bahwa Ika tidak menyangka kalau malam itu dia ada acara “honeymoon” dengan aku.
Perlahan sambil menikmati celana dalamnya yang biasa, aku melepaskan nya melihat Miss V nya yang ditumbuhi rambut yang natural. Foreplay pun dimulai dengan berbagai posisi dan bertaburan kecupan dari masing-masing insan. Aku sadar bahwa Ika pun sudah siap setelah meraba Miss V nya yang sudah licin sekali.
Aku pun melepas busana secepat kilat dan langsung menancapkan secara perlahan tapi pasti Mr. P ku ke Miss V nya. Wow, beberapa kali goyangan di Miss V yang licin sempat membuat Mr. P ku muntah, tapi aku pakai teknik untuk mengurangi sensitivitas. Beberapa posisi aku coba sampai pada saatnya Ika yang sedang berada diatasku tiba2 mengerang sambil kurasakan Miss V nya makin menghimpit Mr. P ku, saat itulah Ika mengalami orgasme yang hebat. Tak kuasa aku melihat sambil merasakan Miss. V nya yang lagi action, aku pun mencapai puncaknya, namun aku langsung sadarbahwa aku belum pernah membicarakan soal kontrasepsi yang dia pakai (gak tahu pakai atau tidak), dengan berat hati aku langsung angkat sedikit tubuh Ika agak Mr. P ku keluar segera dai Miss V nya, dan muntah sperma ku di tubuhku sendiri, sedikit mengenai perut Ika.
Tanpa ijin Ika aku langsung tarik daster kuning mudanya untuk mengelap sperma yang berceceran, Ika pun tidak sempat komplain karena dia lemas dan penuh kepuasan….
Dalam hitungan menit, kami pun berdua tertidur lelap tanpa busana, hanya berselimutkan selimut putih tebal yang lembut…
Ketika matahari pagi mulai bersinar, korden Hotel Mulia yang tidak rapat tertutup menembuskan sinar matahari pagi yang mebangunkan kami. Tak tersadarkan aku bangun sambil memeluk perut Ika yang ramping dan mulus. Aku pun mulai mengusap kelembutan kulitnya, kuciumi bibirnya dan Ika pun terbangun. Beberapa pelukan pun terjadi yang membuat Mr. P ku memanjang lagi, tanpa basa basi yang panjang aku pun terlibat dalam permainan yang tidak kalah serunya, kali ini to the point karena semuanya sudah terbuka. Beberapa kalai kami berganti posisi bagai pegulat profesional, hingga akhirnya posisiku diatas dan terus menggenjot Miss V nya yang licin. Lebih lama dari pergulatan semalam, aku mampu menahan klimaks, Ika pun terlihat sudah mencapai orgasme, dan aku pustuskan untuk memuntahkan sperma ku, sekali lagi diluar Miss V nya, rambut kemaluannya pun terlihat berceceran sperma ku. Sempat kuatir kalau kalau ada sperma yang masuk ke Miss V nya, ceritanya bisa panjang nantinya….
Setelah berpelukan yang bermesraan ala romantic, kami pun segera mandi bersama, mengingat waktu yang harus kami kejar untuk rapat hari kedua, kami pun hanya mandi bersama plus sedikit saling mengusap dengan sabun.
Demikian dulu cerita seks dengan asisten pribadi kali ini, baca juga cerita-cerita kami yang lain yang bisa membuat anda mendapatkan pelajran dari kehidupan dan pengalaman orang lain.

Rabu, 03 Februari 2016

Cerpen: Kematian Seorang Dermawan karya Justang Zealotous

kematian seorang dermawan
[Dimuat di Metro Riau, Minggu, 24 Januari 2016]

Puncak segatan matahari terjadi lagi, padahal ini sudah masuk musim penghujan. Pasir kembali mendidih. Angin berembus seperti kobaran api yang menyala. Ini memang aneh. Tapi, tidak ada yang lebih mengejutkan selain kabar kematian Pak Burhan, pria berumur yang begitu dermawan, di siang bolong begini. Banyak yang bilang, Pak Burhan mati kelaparan.
Semua orang berbondong-bondong menaruh tanya. Mengapa Pak Burhan bisa menjemput maut karena kelaparan? Sosoknya yang pemurah dan selalu membantu banyak orang seolah mustahil kematian seperti itu yang menimpanya. Jika Pak Burhan mati stroke atau serangan jantung, mungkin semua orang akan terima karena umurnya yang memang sudah tua. Pertanyaannya lagi, kenapa dia sampai mati kelaparan? Tidak adakah orang yang memberinya makan?
Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk di kepala banyak orang. Tidak ada yang menyangka akan seperti ini akhir hidup Pak Burhan. Saya sendiri sontak kaget mendengar kabar angin itu. Namun, bagaimanapun jenazah Pak Burhan telah diangkut dengan ambulans menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.
Iring-iringan pengantar jenazah sangat banyak diikuti suara sirene ambulans yang meraung-raung. Semua seperti menyimpan kehilangan yang mendalam. Betapapun, Pak Burhan telah mencetak banyak amal kebaikan. Kemurahan hatinya dan kesederhanaannya. Satu yang masih saya sesalkan, kenapa Pak Burhan yang kami kenal baik harus mati kelaparan?
Saya dan Pak Burhan memang tidak terlalu dekat. Saya mengenalnya hanya sebatas rekan kerja sebelum akhirnya dia mengundurkan diri. Kami sama-sama kerja sebagai buruh di pabrik beras. Meskipun Pak Burhan cukup berumur ketimbang kami yang bekerja dengannya tapi dia memiliki semangat kerja yang lebih besar daripada kami.
Saya tidak pernah melihatnya mengeluh sama sekali walaupun mesti lembur hampir tiap hari. Suatu hari saya melihatnya telah bermandikan keringat, sambil batuk-batuk dia masih menyelesaikan pekerjaannya. Menumbuk padi dan menggilingnya.
“Pak, kenapa tidak istirahat saja?” Saya mengingatkan. “Nanti saya gantikan pekerjaannya.”
“Tidak apa-apa. Sebentar lagi juga selesai,” katanya masih penuh semangat.
Saya mendekat padanya, bermaksud membantu pekerjaannya. “Pak Burhan ini hebat.”
Pak Burhan tersenyum mendengar pujian saya.
“Bapak ini kan lebih tua daripada kami semua. Tapi, semangat Bapak masih seperti anak muda. Sama sekali tidak pernah capek.”
Dia terkekeh. “Saya juga pernah capek. Tapi bukan berarti itu adalah alasan saya untuk mengeluh. Saya masih bisa kerja. Saya masih bisa kasih makan diri sendiri. Sementara banyak orang tunggang langgang cari kerja untuk makan. Makanya, ya, disyukuri saja.”
Begitupun, setelah setahun lebih bekerja di pabrik, Pak Burhan memutuskan untuk mengundurukan diri. Alasan tepatnya tidak begitu saya ketahui, tapi kata beberapa rekan kerja, Pak Burhan sudah merasa beda visi dengan di pabrik. Banyak kejanggalan yang tidak diingini, misalnya gaji yang tidak seimbang dengan pekerjaan atau ego tinggi yang dimiliki pihak pengelola yang selalu membedakannya dengan buruh lain hanya karena masalah umur. Dia dianggap tidak becus lagi. Namun, setelah pengunduran dirinya, Pak Burhan kadang jadi kuli panggul, kuli bangunan, atau apa saja yang bisa dikerjakannya.
Saya kian kagum pada sosok yang lumayan ringkih itu. Selain sifat kesederhanaannya dan dengan semangat yang tinggi, Pak Burhan banyak membantu orang padahal dia sendiri sedang kesusahan. Dia bukan orang yang berkecukupan tapi terlihat selalu cukup jika bersedekah.
Hal yang saya heran dari Pak Burhan, meskipun suka membantu sesama tapi dia paling tidak suka dibantu orang. Dia selalu beralasan bahwa dia masih kuat untuk mendapat bantuan. Pernah sesekali saya melihat Pak Burhan jalan kaki sendirian. Tampaknya perjalanan kaki Pak Burhan sudah lumayan jauh atau matahari yang semakin terik saja hingga Pak Burhan terlihat begitu letih, baju kaosnya bahkan basah karena keringat. Beberapa kali dia mengusap dahinya dengan lengan.
Saya yang kala itu mengendarai motor menuju pasar berhenti tepat di sampingnya. Saya mencoba untuk memberikan tumpangan padanya.
“Pak, mau ke mana?” tanya saya pelan.
“Mau ke terminal,” jawabnya.
“Oh, ikut saya saja. Toh, saya mau ke pasar dan jalurnya searah.”
“Tidak! Terima kasih. Adek jalan saja.” Pak Burhan menolak sambil tersenyum sedikit. Dari wajahnya, saya bisa melihat guratan keletihan di dalamnya.
“Ikut sajalah, Pak! Kelihatannya Bapak capek sekali apalagi masih jauh perjalanannya.”
Pak Burhan tetap menolak. Dalihnya dia ingin olahraga. Daripada maksa terus dan akhirnya terdengar menyinggung. Saya pun memutuskan pergi sendiri. “Kalau begitu saya duluan, Pak!”
“Hati-hati.” Dia masih sempat teriak saat itu. Dalam teriakannya, tetap terdengar rasa semangat di sana. Pak Burhan memang hebat.
Hal-hal yang saya paling kenal dari Pak Burhan terasa mengaburkan kabar penyebab kematiannya. Mati kelaparan. Saya benar-benar tidak percaya. Pasti ada orang-orang yang sengaja menyebar gosip tentang itu.
Setelah jenazah Pak Burhan dimasukkan ke dalam liang lahat dan dibacakan doa oleh Pak Imam, para rombongan meninggalkan makam. Di antara rombongan itu, tidak seorang pun yang saya lihat merupakan keluarga dekat Pak Burhan. Kebanyakan dari yang datang hanyalah mantan rekan kerja Pak Burhan, tetangganya, dan orang-orang yang mengenalnya atau mungkin yang pernah dibantunya.
Selama saya mengenal Pak Burhan, saya memang tidak pernah mendengar kabar soal keluarganya. Hingga umur genap lima puluh dua, Pak Burhan tetap menjadi bujang lapuk. Saya tidak tahu menahu mengapa Pak Burhan tidak mencari istri. Ada yang bilang, Pak Burhan tetap setia sendiri karena tidak mau menyusahkan seorang wanita yang akan menjadi istrinya nanti. Hidup sudah susah, tidak perlu dibikin tambah susah.
Pak Burhan juga tidak memiliki kerabat dekat. Dia telah lama hidup sendiri sebagai manusia perantauan. Pak Burhan seperti hidup sebatang kara.
Sepulang dari mengantar jenazah Pak Burhan, sudah banyak obrolan soal mengapa Pak Burhan sampai mati kelaparan. Semua seakan menyesal telah melupakan sosok yang selama ini banyak membantu. Seperti sebuah ketidakadilan, banyak yang merutuki kelalaian masyarakat sekitarnya sampai membiarkan Pak Burhan harus hidup di tengah perut yang kosong.
Pak Lurah dengan inisiatif beberapa warga pun mengadakan pertemuan mendadak di balai desa untuk membahas penyebab kematian Pak Burhan, yang terasa sangat disesalkan. Pak Lurah membuka pertemuan dengan sedikit pidato.
“Innalillahiwainnailaihirajiun! Telah berpulang, keluarga kita, saudara kita, sahabat kita, Pak Burhan Saleh. Dia sosok yang kita kenal begitu baik dan dermawan. Banyak di antara kita yang telah mendapat bantuan darinya. Termasuk saya pribadi. Saya dan tentunya kalian semua merasa kehilangan akan sosoknya. Namun, keresahan saya timbul ketika mendengar kalau Pak Burhan meninggal karena kelaparan. Mengapa hal itu bisa sampai terjadi? Ini pasti sebuah kelalaian. Saya mengadakan pertemuan ini agar tidak ada lagi korban kelaparan selanjutnya.”
Semua orang yang hadir menundukkan kepala. Ada guratan sedih di wajah mereka. Beberapa orang yang mengenal begitu dekat sosok Pak Burhan bahkan meneteskan air mata. Suasana pun menjadi senyap dan haru.
Di tengah kegamangan, Pak Amin, tetangga Pak Burhan, angkat bicara. “Semenjak Pak Burhan tidak lagi kerja di pabrik, dia memang selalu kelayapan tidak jelas. Apalagi umurnya yang sudah tidak muda lagi, Pak Burhan sempat beberapa kali sakit. Dulu, saya pernah melihat dia keluar rumah. Ketika ditanya mau ke mana, katanya ingin membeli obat. Saya tahu betul kalau Pak Burhan itu orang baik dan beberapa kali juga membantu saya. Tiap kali diberi uang, dia selalu tolak dan menganggap itu keikhlasan. Saat itu, saya bermaksud ingin menolongnya untuk membelikan obat yang diingini, sekaligus balas budi. Namun sekali lagi, Pak Burhan menolak bantuan saya. Makanya, karena sering sekali ditolak, saya pun jadi sungkan untuk membantunya bahkan terkesan mengabaikan padahal saya paham dia juga mengharap bantuan. Jika saya kurang perhatian padanya, saya minta maaf. Kematiannya juga bukan mau saya.” Pak Amin mengakhiri ucapannya dengan tatapan menyesal.
“Saya juga.” Sebuah suara terdengar lagi. Seseorang pun maju di hadapan para warga yang hadir. Dia adalah Pak Jahid. Seorang bapak berkumis tebal itu bukan mantan rekan kerja, tetangga, apalagi keluarga Pak Burhan. Mungkin dia orang yang juga pernah dibantu olehnya.
Pak Burhan memang membantu semua orang tanpa melihat status dan kedekatan. Pak Burhan pernah bilang, jika kita membantu, bukan dilihat dari siapa yang kita bantu tapi apa yang bisa kita bantu.
“Kamu juga apa?” Pak Lurah bertanya.
“Saya juga pernah ditolong Pak Burhan. Bahkan saya merasa telah berutang budi padanya. Namun saya minta maaf.” Pak Jahid tiba-tiba mengubah ekspersi wajahnya dengan begitu menyesal.
Semua orang lantas menatap Pak Jahid dengan bingung.
“Sehari sebelum Pak Burhan meninggal. Saya sempat melihat dia berjalan sambil membawa bakul besar. Saya ingin mendekatinya untuk memberi bantuan tapi urung karena saya pikir dia akan kembali menolak. Soalnya saya sempat malu besar ketika berusaha menolongnya di hari lain dan ditolak mentah-mentah di depan banyak orang. Dia bilang saat itu kalau dia bukan lagi orang tua dan masih kuat untuk bekerja sendiri. Dia lalu pergi meninggalkan saya.” Pak Jahid mulai meneteskan air mata. “Padahal maksud saya baik. Kemudian saat dia tampak capek menenteng bakul dari sana ke mari, dia pun terjatuh. Saya tetap tidak menolongnya. Saya menyesal sekali. Apalagi saya langsung pergi saat itu.”
Mendengar berbagai cerita penyesalan yang dialami mereka bersama Pak Burhan, saya jadi teringat namun tidak ingin menyampaikan di depan khalayak. Saya seperti malu pada diri sendiri hanya karena Pak Burhan juga sering menolak bantuan saya.
Kala itu. Saya melihat Pak Burhan terjatuh. Saya melihat bakul berisi nasi sisa itu berserakan di tanah. Saya melihat dia berjuang seorang diri untuk memunguti nasi sisa itu sedikit demi sedikit. Namun saya tidak membantunya dan malah pergi meninggalkannya. Pak Burhan, kami menyesal, saya sangat menyesal.

Watampone, 10-01-15 22:20


JUSTANG ZEALOTOUS. Menulis cerpen, puisi, dan artikel. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP Muhammadiyah Bone. Anggota dari Forum Lingkar Pena Cabang Bone. Beberapa karyanya sudah pernah diterbitkan.

Kamis, 24 Desember 2015

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, BUKAN Merayakan

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, BUKAN MerayakanSelamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ingat, kita "memperingati", bukan "merayakan". Hal ini banyak yang membuat kesalahapahaman di masyarakat. Hmhm, hari lahir Nabi saja dirayakan, masa kita nggak. Pertanyaannya? Emang kamu nabi? Permasalahnnya, sekali lagi kita tidak merayakan tapi memperingati.

Emang beda? Ya tentu beda.
Pada kata dasar saja sudah sangat beda.
"Merayakan", dari kata dasar "raya". Sementara "memperingati", dari kata dasar "ingat". Jadi sebenarnya, saat ini kita sedang diminta untuk mengingat bahwa pada hari ini berabad-abad lalu telah dilahirkan sesosok AL-AMIN (yang dipercaya), yang patut kita teladani.

Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arabberarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. (Wikipedia, 2015)

Jadi, dengan adanya peringatan ini, se'enggak'nya kita telah mengingat kembali hari lahir Nabi, berikut keteladanannya. Kalau tidak ada macam ini, toh mungkin kalian sudah lupa, masa lalu bareng mantan kalian saja cepat gitu dilupain, eh.

male - Maulid Nabi Muhammad

Kalau di daerah saya, setiap masjid biasanya yang memperingati Maulid Nabi dengan meminta masyarakat untuk membawa makanan yang disebut "male" dengan berisi telur rebus, nasi ketan, bawang goreng, dan dihias dengan bunga kertas. Tujuan utamanya selain membangun silaturahim, juga untuk saling berbagi.

Bagaimana dengan daerah kalian?

Senin, 02 November 2015

Masa Anak Hampir Punah

Masa Anak Hampir Punah
Masa anak adalah masa paling membahagiakan. Kata orang, masa anak ialah masa di mana masalah terberat hanya PR Matematika. Benar juga, soalnya saat itu anak tidak ditekankan dengan berbagai problematika yang paling sering dialami orang dewasa. Tepatnya, itu memang bukan urusan anak-anak. Tidak jarang, banyak dari kita yang ingin kembali ke masa itu atau paling tidak diperpanjang masanya.
Kebahagiaan anak-anak bisa dilihat saat mereka berlarian di taman bersama teman sebaya sambil sorak sorai ceria, bernyanyi dengan riang, lompat-lompat, main perosotan, jungkat jungkit, dan kegiatan mengasyikkan lainnya. Tidak ada beban yang membuat mereka tertekan. Anak-anak tidak perlu merasakan penatnya dunia.
Sayangnya, akibat perkembangan zaman, masa anak kian tergerus. Banyak anak yang seperti matang sebelum waktunya. Mereka cenderung berpikir berat seperti orang dewasa. Tidak menutup kemungkinan, PR Matematika bukan lagi satu-satunya masalah terberat bagi anak. Bahkan kini, mulai jarang kita lihat anak-anak berkumpul di taman, berlarian sorak sorai, bernyanyi, atau lainnya. Anak-anak lebih suka di rumah, nonton TV, atau asyik dengan gadget masing-masing.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2013, jumlah pekerja anak di sektor pertanian dan perkebunan mencapai 38,9 juta anak. Sementara jumlah pekerja di sektor konstruksi, dengan pekerjaan berat seperti pekerja bahan bangunan, mencapai 6,3 juta anak. Jumlah pekerja ini naik menjadi 7,2 juta pada Agustus 2014. Anak-anak juga banyak yang dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Selain permasalahan tersebut, anak-anak banyak mengalami konflik batin, seperti kekerasan fisik dan bahkan pelecehan seksual. Jadi, ini mengindikasikan bahwa dunia anak kian berat.
Lagu Anak Ikutan Punah
Masih ingat lagu “Lihat Kebunku”, "Balonku", "Burung Kakak Tua", atau "Pelangi-pelangi”? Liriknya yang sederhana membuat lagu anak masa itu dikenal hingga sekarang. Bukan cuma lirik, tapi makna yang terkandung di dalam setiap baitnya menjadi kunci tersendiri bagi anak.
Penyanyi anak-anak bermunculan. Bobby putra Muchsin Alatas dan Titik Sandhora, Chicha Koeswoyo sebagai contoh penyanyi anak-anak. Lalu generasi awal 90-an ada Ebiem Ngesti, Melissa yang terkenal dengan "Abang Tukang Basko". Menyusul di generasi akhir 90-an ada Enno Lerian, Leoni, Joshua, Trio Kwek Kwek dan lain-lain. Selanjutnya pada awal tahun 2000-an, kita kenal penyanyi anak seperti Tasya dan Sherina. Setelah itu, masa lagu anak pun redup.
Kini telinga anak-anak banyak diperdengarkan lagu-lagu yang dibawakan Noah, Ungu, Coboy Junior, atau Cherrybelle. Lagu tersebut memang begitu asyik didengar sehingga tidak jarang anak-anak mampu mengingat lirik per liriknya dengan cepat. Bukan masalah apa, tapi isi lagu yang kebanyakan tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang seharusnya bukan komsumsi anak-anak.
Banyak penyanyi cilik bermunculan, tapi tetap saja lagu yang dibawakan lebih untuk dewasa. Untung saja, di awal tahun 2015, kemunculan Romaria bersama "Malu Sama Kucing"-nya yang begitu menggemaskan, dengan lirik yang sederhana namun dapat mewakili keceriaan anak untuk zaman sekarang. Tapi, jika kondisi yang kian memperihatinkan itu dengan produksi lagu anak kian menipis. Maka, tidak menutup kemungkinan, lagu anak pun akan segera punah.
Tontonan Anak Kok Begitu?
Jika dulu kita mengenal film "Joshua oh Joshua" atau "Petualangan Sherina", maka sekarang film dengan gaya percintaan masa kini menjadi tontonan paling populer. Banyak juga sinetron, salah satunya "Ganteng-Ganteng Serigala", yang ternyata menjadi konsumsi anak-anak, padahal alur ceritanya masih terlalu berat.
Film yang paling terkenal untuk anak, seperti "Laskar Pelangi" memang menjadi harapan besar bagi tontonan yang memang untuk anak. Namun, karena komsumsi anak pada film dengan banyak unsur percintaan bahkan kekerasan membuat psikologi anak juga semakin berkurang. Banyak anak zaman sekarang telah mengenal pacaran. Bahkan, ada beberapa kasus seksual yang menyerang anak. Ada juga yang dengan entengnya memperagakan tindakan kekerasan seperti yang ditonton di film-film. Jika ini diteruskan tanpa pengawasan ketat, maka masa anak benar-benar akan punah.
Permainan Semakin Canggih, Anak Semakin Ringkih
Masih ingatkah kalian dengan permainan waktu anak-anak? Petak umpet, kelereng, bekel, congklak, lompat tali, benteng, boi-boian, dan lain-lain. Permainan dengan biaya sedikit atau bahkan tanpa biaya, namun begitu edukatif bagi anak-anak. Namun sayang, permainan itu sudah jarang dimainkan dan tergusur dengan hadirnya PSP, Game Boy, atau iPad.
Permainan yang membutuhkan biaya tidak sedikit itu memang begitu mudah dan asyik untuk dimainkan, tidak jarang membuat lupa waktu. Namun, dampaknya bagi anak juga sangat besar. Anak-anak yang cenderung staydi rumah, dengan hanya memainkan jempol mereka, membuat anak menjadi antisosial karena hubungan dengan dunia luar juga kian berkurang. Selain itu, permainan tersebut dapat membuat anak menjadi pribadi pemalas, penyendiri, dan agresif.
Tren sepatu roda juga sedang menjangkiti anak-anak di kota Watampone dan beberapa kota lainnya. Banyak anak mengendarai sepatu roda di alun-alun, teras rumah, trotoar, bahkan di jalan raya. Tentu tren ini sedikit-banyaknya memberikan dampak yang luar biasa bagi anak. Postifnya, ini merupakan olahraga dan membuat anak lebih cekatan. Tapi, negatifnya, itu sangat berbahaya apalagi yang mengendarainya di jalan raya. Ada beberapa kejadian ketika saya berkendara di jalanan, tiba-tiba anak-anak melintas dengan sepatu rodanya, saya pun hampir menabrak, untungnya bisa menghindar. Jika kecelakaan itu sampai terjadi, siapa yang bakal disalahkan? Sebenarnya bagus, kalau diberikan arena yang mumpuni. Apalagi jika sudah dilatih sejak dini, maka akan memberikan prestasi yang memukau pada perlombaan yang biasa diadakan di luar. Jadi, tren itu tidak akan sia-sia.

Baiklah, kita tidak bisa menyalahkan zaman yang telah mengubah anak-anak. Apalagi harus memaksa anak zaman sekarang kembali ke zaman yang pernah kita hadapi dulu. Yang kita lakukan, terutama bagi orang tua, ialah memberikan pengawasan ketat dan perhatian yang lebih untuk tumbuh kembang anak. Lingkungan yang zona anak sehingga mampu mewadahi anak melewati masa tanpa beban yang berarti, agar masa anak tidak akan punah.

Minggu, 01 November 2015

Hidup Lebih Lama dengan Tidur Sedikit

Hidup Lebih Lama dengan Tidur Sedikit
Mengapa harus tidur? Ini sama saja dengan bertanya mengapa harus bernapas. Tidur adalah kegiatan paling mendasar bagi setiap makhluk hidup, ya, kecuali tumbuhan. Mengapa? Tumbuhan tidak memiliki otak dan ia tidak membutuhkan tidur. Tapi kita, sebagai makhluk berotak, tidur adalah pilihan yang tepat. Dengan tidur, bukan cuma tubuh yang beristirahat tapi otak juga akan melepas lelah setelah sepanjang hari berpikir tentang makanan, minuman, pekerjaan, pendidikan, bahkan anak orang.

Tahukah kamu? Belum, belum saya kasih tahu. Tidur bukan cuma untuk melepas lelah tapi tidur sudah jadi pola hidup atau kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Sama saja, pacaran bukan cuma untuk melepas status jomblo tapi sudah jadi adat istiadat yang mendarah daging. Makanya kalau tidak tidur, rasanya seperti tidak dengar kabar si dia dalam waktu seharian. Nyesek dan bikin mata merah.

Banyak yang berkata, entahlah kata siapa, agar tidur lebih maksimal maka diperlukan tidur selama delapan jam setiap hari. Jadi, silahkan hitung! Jika tidur di malam hari pada pukul 10 maka kemungkinan harus bangun adalah pada pukul 6. Jika itu ‘wajib’ dilakukan setiap hari. Loh, buat yang muslim shalatnya gimana dong? Buat yang pacaran, malming-nya gimana? Buat yang nikah, ah, kamu sudah tahu kan dia butuh apa.

Rupanya kata yang entah siapa itu salah besar. Tidur lebih sedikit, kira-kira enam jam itu lebih baik. Bahkan kata Pak Prof. Jim Horne, Director of the Sleep Research Centre, tidur lama mempercepat kematian. Seram. Keburu nggak bisa lamar dia. Sebaliknya, tidur yang lebih sedikit kemungkinan untuk hidup masih lama. Hal ini terjadi karena saat tidur agak lama, jantung akan kekuragan oksigen apalagi di malam hari.

Sebagai kisah, saat itu saya sangat lelah jadi saya memutuskan tidur pada siang hari pukul 10, tanpa diatur sebelumnya, rupanya saya bangun pada pukul 5.30 sore. Dada saya sangat sesak, kepala ikut pening, dan kehausan melanda. Hal terberat adalah saya tidak sempat angkat telepon kekasih karena ketiduran. Yah, saya jadi tidak mengerti mengapa setiap tidur sangat lama membuat dada dan kepala terasa diguncang gempa 7.5 SR. Pusing sekali. Ternyata oh ternyata, kebanyakan tidur adalah tersangkanya.

Selain resiko penyakit jantung, orang yang kebanyakan tidur maka akan membuat daya ingat otak semakin lemah. Tidak mau kan jadi kena block sama si dia karena lupa tanggal jadian, lupa tanggal pertama kali kencan, atau lupa kalau dia pacar kamu. Hahaha.

Tidak heran, mengapa Allah dalam dalam firmannya yang suci menyuruh kita untuk tidur sedikit dan bangun pada waktu malam untuk shalat atau berdoa. Bahkan Rasulullah, pada setiap pagi sebelum matahari terbit dia sudah terbangun sembari khusyuk merapalkan dzikir. Subhanallah, tulisan ini jadi lebih religius. Tapi, bukan itu saja. Tidur sedikit dan bangun di pagi hari akan menguatkan jantung. Jadi debaran jantung saat dekat sama si dia akan lebih terasa. Loh, kok malah balik bahas dia lagi?

Eh, tapi jangan salah paham dulu. Tidur sedikit bukan berarti kurang tidur. Soalnya kurang tidur juga membawa dampak buruk bagi kesehatan. Imsomnia misalnya, kekurangan tidur jadi sering berhalusinasi yang tidak-tidak. Awas, kalau sekarang lagi halusinasi buruk. Selain itu, emosi jadi akan meluap-luap, sistem kekebalan tubuh menurun, nyeri otot, otak malah melemah, dan dampak buruk lainnya.

Jadi, tidur ya sewajarnya saja. Tidak lama dan tidak kurang. Kira-kira tidur selama 6 jam itu sudah lebih baik. Terus biasakan bangun tengah malam biar bisa sekalian berdoa untuk kelangsungan hubungan kalian berdua. Hahaha. Selamat tidur! Eh.

Jumat, 10 Juli 2015

Teka-Teki Pembunuhan

Teka-Teki Pembunuhan
Oleh: Justang Zealotous

Pria berpakaian hitam putih dengan rambut dianyam ke atas dahi sedang berdiri di depan sidang. Dia diadili atas kasus pembunuhan kekasihnya sendiri, Martha.

Pria bernama Refan itu terus menyangkal akan tuduhan yang dilemparkan padanya. Bahwasanya bukan dia yang telah membunuh Martha, bahkan tak tahu menahu tentang pembunuhan tersebut.

“Kenapa kau terus menyangkal? Bukankah sudah pasti dari pesan singkat yang masuk tentang kau akan datang ke rumahnya pada pukul sepuluh malam,” tuduh sahabat Martha, juga sebagai saksi persidangan. Wanita rambut ikal panjang itu sengit mendakwa Refan. Dia terlalu kesal akan kematian sahabat karibnya.

“Benar. Aku memang mengirim pesan singkat itu. Tapi—“

“Tapi apa? Kau masih mau menyangkal?” potong sahabat Martha.

“Izinkan terdakwa menjelaskan terlebih dahulu!” seru hakim sidang.

Keringat Refan mulai bercucur pelan. Dia berkali-kali menelan ludah sambil sekali-kali bernapas pendek. Lalu, dia melanjutkan kembali ucapannya, “Tapi, aku terlambat datang karena tiba-tiba bensin motorku habis. Aku bingung harus beli di mana karena pom bensin lumayan jauh. Kucoba untuk kirim pesan ke teman yang rumahnya dekat dari pom bensin, tapi baterai ponselku habis—“

“Aishhh, palingan kamu mengada-ada tentang itu. Apa susahnya, sih, jujur?” potong sahabat Martha lagi. Dia kelewat emosi.

“Sssttt!” tegur hakim sidang, membuat sahabat Martha membisu.

Refan mendesah lagi, lalu melanjutkannya, “Kemudian aku mengecas ponsel. Setelah nyala kembali, segera kuhubungi Jefri, teman yang kumaksud tadi. Dia meng-iya-kan. Lama sekali dia datang, katanya macet. Aku pun berangkat ke rumah Martha. Tapi, aku yakin sudah sangat telat.”

“Kau tahu? Hasil penyelidikan menunjukkan sidik jarimu banyak ditemukan di pisau yang kaupakai menghilangkan nyawa sahabatku. Itu semua sudah jadi bukti,” tegas sahabat Martha lagi.

“Setelah tiba di rumahnya yang ternyata pukul sebelas. Aku sudah menemukan dia terkapar bersimbah darah di lantai dengan pisau sudah tertancap di pe—“

“Kau pasti penulis ulung, ya?” potong sahabat Martha lagi, “Karanganmu sangat luar biasa hingga buat tercengang. Tepat saat datang, memang sudah kulihat kau menggenggam pisau yang masih tertancap di perutnya. Dan, kau tahu juga? Aku masih punya saksi lagi.”

Saksi yang dimaksud langsung muncul setelah dipanggil.

“Bisa kaujelaskan apa yang kautahu soal kasus ini?” tanya hakim.

“Sekitar pukul 10.30, aku melihat seseorang dengan pakaian serba hitam melewati pagar rumah korban,” jelas saksi tersebut.

“Bisa dijelaskan ciri-cirinya yang lebih detail!” pinta hakim.

“Tinggi sekitar 175 cm, badan tidak kurus juga tidak gemuk, seperti penutup ninja yang menutupi wajahnya. Pakai motor skuter biru menyala.”

“Skuter biru?” kaget Refan. Matanya melotot tajam, mukanya memerah penuh emosi.

“Ada apa? Itu motor kamu? Hah?” tanya sahabat Martha penuh selidik.

“Bukan! Itu motor Jefri. Apa alasannya terlambat itu sebenarnya karena habis membunuh Martha? Sialan!” ungkap Refan.

Jefri segera dipanggil masuk ke ruang sidang. Kebetulan, dia sedang menemani Refan.

“Bukan! Bukan aku yang membunuhnya. Aku memang ingin membunuhnya tapi ternyata dia lebih dulu bunuh diri. Sebelumnya aku menguping, dia bunuh diri karena kesal setelah menemukan foto mesra Refan dengan Tina, sahabatnya sendiri,” jelas Jefri sambil mengap-mengap.

Sahabat Martha dan Refan langsung bertatap muka.

Kamis, 09 Juli 2015

Temukan Passion untuk Raih Kesuksesan

Temukan Passion untuk Raih Kesuksesan
Dalam acara Workshop and Training di GRACE (Greenfield Language College) kemarin (9/7/15) bersama Bunda Ariani, S.Pd., seorang teacher dan trainer yang sudah berpengalaman, kami sempat berbicara soal "passion".

What is Passion?

Apa itu passion? Dalam Bahasa Inggris, passion bermakna nafsu, keinginan besar, atau kegemaran. Passion juga bisa bermakna suatu hal yang dilakukan dengan cinta, penuh semangat, dan tanpa beban. Makna lain dari passion itu berarti suatu emosi yang kuat yang dimiliki oleh kita semua yang ketika dilakukan akan menimbulkan pekerjaan yang bermakna.

Why do You Need to Know Passion?

Kenapa harus tahu passion? Menurut Richard St. John, passion is lead to success. Passion itu memimpin kita menuju kesuksesan. Banyak orang di dunia ini yang telah 'tersesat' karena melakukan suatu pekerjaan tanpa mengikuti passion mereka. Maksudnya, pekerjaan yang mereka lakukan bertahun-tahun adalah karena tuntutan profesi dan mengejar materi, bukan yang datang secara 'ajaib' melalui hati mereka. Hingga banyak yang membuat orang menjadi stres saat merasa terbebani dengan pekerjaan mereka.

Ada suatu kisah, seorang chef wanita yang bekerja di hotel berbintang. Masakan chef itu enak dan digemari banyak orang. Gaji yang diperoleh juga begitu mumpuni. Suatu hari, dia tidak sengaja lewat di Bantar Gebang, yang penuh dengan anak jalanan. Dilihatnya beberapa anak yang sedang memulung di gunung sampah, ibu-ibu yang menggendong bayinya dengan sarung yang lusuh, pemuda-pemuda yang menenteng gitar klasik pun gendang untuk mengamen, hingga beberapa anak yang sedang melipat-lipat buku yang berserakan di jalan untuk dijadikan pesawat kertas.

Tiba-tiba, hati chef wanita itu tergerak. Dia menuju ke anak-anak yang sedang main pesawat-pesawatan. Lalu, dia iseng bertanya, "Kamu bisa baca buku ini?" Ditunjuknya salah satu buku bacaan yang tergeletak.

Anak yang ditanya menatap chef heran. "Tidak. Aku tidak bisa membaca."

"Apa kamu ingin belajar?" tanya chef yang membuat anak-anak di tempat itu semakin antusias. Mereka segera menjawab, "Ya, tentu mau." Chef kemudian mengajari mereka membaca. Chef merasa senang sekali. Chef mengajari anak-anak itu hingga malam menjelang. Lalu, chef segera pulang.

Begitupun keesokan harinya. Saat di dapur hotel, pikiran chef terus tertuju pada anak-anak di Bantar Gebang. Jiwanya seakan di tempat tersebut. Setelah jam kerja berakhir, dia segera menuju ke Bantar Gebang, menemui anak-anak yang kemarin, dan mengajari mereka kembali membaca. Kali ini, dia bahkan lupa waktu hingga mengajari anak-anak tersebut hingga malam, padahal dia masih punya jam malam di hotel.

Setelah masuk ke dunia anak-anak, Si Chef mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di hotel sebagai chef, yang meskipun gaji mumpuni tapi dia merasa tersiksa karena hatinya bukan di situ. Dia lalu memutuskan untuk menjadi guru masak, karena hatinya memang dibawa untuk mengajar banyak orang.

Berdasarkan kisah tersebut, saat kita bekerja tanpa mengikuti passion, meskipun mungkin dapat menopang ekonomi tapi bekerja tanpa menggunakan hati akan membuat kita mudah tersiksa dan stres. Sebenarnya ada banyak kisah orang yang 'tersesat' karena tidak mengikuti passion mereka. Seperti seorang dokter yang ternyata lebih tertarik sebagai pemain biola, pengacara yang ternyata lebih tertarik pada pendidikan. Maka dari itu, temukan passion kalian demi meraih kesuksesan. INGAT! Saat kita bekerja dengan mengikuti passion maka semua akan mudah dan lancar.

How to Find Passion?

Bagaimana menemukan passion? Passion itu berasal dalam diri kita masing-masing. Passion ialah memberi bukan menerima. Menemukan passion itu adalah kamu sendiri. Namun, hal yang paling penting untuk menemukan passion ialah silahkan jawab pertanyaan berikut:
  • Hal apa yang paling suka dilakukan hingga dapat membuat kamu lupa waktu, namun sesuatu itu bermakna bagi kamu dan orang lain?
  • Hal apa yang saat dilakukan, kamu rela tidak dibayar demi melakukan itu, namun bermanfaat bagi banyak orang?
  • Hal apa yang membuat kamu lebih hidup saat melakukannya, namun berguna bagi banyak orang?
Berdasarkan pertanyaan tersebut, passion itu sesuatu yang paling senang kita lakukan, tulus melakukannya, tidak ada beban sama sekali, dan bermanfaat bagi banyak orang. Masih bingung apa passion kamu? Silahkan jawab dengan hati 27 pertanyaan cara menemukan passion. Download pertanyaannya DI SINI.

Lantas, passion saya apa? Setelah mengetahui apa itu passion dan menjawab beberapa pertanyaan untuk menemukan passion. Rupanya passion saya adalah dalam dunia tulis menulis. Saya sangat senang menulis atau mengarang. Saya berharap bisa menjadi professional author. Terkadang, ketika menulis, saya bisa sampai lupa waktu, membuat saya lebih hidup, dan bahkan saya rela untuk tidak dibayar demi menulis.

Nah, apa passion kamu?